Apa yang kita lakukan sehari-hari?

April 17th, 2010 by senosuke

Saudaraku…
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.

Saudaraku…
Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya.

Read the rest of this entry »

Dimanakah keadilan…??

November 9th, 2009 by senosuke

Tak mengerti benar masalah sebaiknya tak perlu komentar. Kebiasaan masayarakat sukanya ngipasin. Jadi sesuatu yang lagi anget tambah panas. Lho koq bisa? Bukannya dikipasin tambah dingin? Aha inilah anehnya… Berita yang belum pasti kebenarannya, apalagi diselimuti kabut tebal intelejen. Dibutuhkan kecerdasan untuk menganalisanya. Cerita cicak dan buaya bener-bener bikin panas jagat media kita. Bukan karena kebenaran itu tidak mudah untuk dicari. Tetapi saking tebalnya kabut yang menyelimuti maka jauh benar pandangan ini sulit menembusnya.

Hari minggu kemaren ada yang menarik dari paparan Ust. Yusuf Mansyur di TvOne. Tema yang diangkat masalah keadilan dalam pandangan Islam. Acara yang dibawakan oleh david Chalik ini cukup panas. Beberapa kali MC menodong Ustadz untuk menjawab pertanyaan seputar keadilan. Tetapi dengan tegas Ustadz Yusuf Mansyur menjawab dengan diplomatis. “Ini materi berat, saya belon pantes membahas ini. Ini cocoknya dibawakan oleh mereka yang sespuh, sudah punya kearifan tinggi. Kalo saya mah jauuuh. Saya engga mau menyampaikan sesuatu yang belum tentu saya sudah bisa mengamalkannya. Barangkali saya belum bisa berlaku adil pada anak istri, santri dan orang-orang di deket saya.” Jadi jelas disini saya tidak akan menjelaskan adil itu sendiri. Lha wong Ustadz saja ndak berani njelasin koq… ;-)

Read the rest of this entry »

Kepak Sayap

October 30th, 2009 by senosuke

Malam belum jauh meninggalkan siang, hanya beberapa saat azan isya menghilang. Akhir-akhir ini surau sudah mulai sepi. Memang ini bukan bulan ramadhan sehingga tempat ibadah itupun senyap. Hanya beberapa orang yang tampak sholat berjamaah. Tidak lebih dari lima orang saja, dan beberapa kanak-kanak menghabiskan sisa tenaganya sebelum beranjak tidur.

Jalan dikampung itu sudah hotmix. Sebuah sebutan untuk teknologi pengerasan jalan dengan aspal yang dituangkan panas langsung dari bak truk pengangkutnya ke jalan yang mau diaspal. Bedanya dengan teknik pengaspalan yang dulu kita sebut aspal goreng, cara ini lebih bagus dan relatif lebih awet.

Read the rest of this entry »

Jumat Bersih…

October 23rd, 2009 by senosuke

Rapat kali ini memutuskan untuk menggiatkan kembali kegiatan pembiasaan yang sudah terjadwal disekolah. Kegiatan bersih-bersi jumat pagi, selamat pagi siswa dan senam pagi agar lebih digiatkan kembali. Hal ini untuk menunjang berbagai aktifitas pembelajaran. Tanpa lingkungan yang bersih, badan yang sehat pembelajan akan terasa kurang nikmat.

Kebersihan sebenarnya tidak hanya dalam artian fisik saja tetapi ruhiyah juga penting. Sehingga pengajian dan kegiatan shgolat jamaah tidak bisa dilupakan, bahkan menjadi wajib. Tetapi sayannya pengadaan sarana terutama air dan tempat wudhu yang menghabiskan dana tidak sedikit tidak menambah semangat civitas dalam menjalankan aktifitas ini. Mungkin ada yang harus digiatkan dan ditata lagi supaya pelaksanaannya lebih bagus lagi.

Tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak saya pikir hanya akan menjadi program diatas kertas saja tanpa tindak lanjut yang nyata..

Sugeng Enjang… Sapaan Ramah Penyiar Radio

October 17th, 2009 by senosuke

Sugeng enjang.. Kata itu senantiasa terngiang dalam pikiranku. Melayang kembali mengingat zaman radio pemerintah dengan gelombang am masih jaya. Diiringi suara musik khas daerah, penyiar yang kini sudah pensiun terus berkumandang mewartakan berita pedesaan. Sungguh terasa menyejukkan dan menimbulkan energi yang sulit tergambar.

Romantisme yang terlalu sulit untuk dilupakan olehku. Saat kita sudah terbiasa dengan zaman internet dengan YM, facebook, forum, radio ternyata masih terus hidup dalam komunitasnya yang setia. Kesetiaan yang dibangun oleh komunitas aktif dalam mendekatkan sesama ternyata masih subur dan jumlahnya pun masih terus bertambah. Lain dengan media cetak yang kembang kempis ditelan semakin mahalnya harga kertas. Media radio seolah abai terhadap kenaikan harga dolar dan sederet perubahan tren dunia.

Read the rest of this entry »